Sejarah Teknologi Barcode dalam Dunia Industri Retail dan Munculnya Teknologi RFID

Saat ini, kebutuhan efisiensi sangat dirasakan oleh banyak pihak karena dinamisnya perkembangan ekonomi dan teknologi. Semua orang berlomba-lomba menciptakan ide-ide kreatif agar mampu mengefisienkan kebutuhannya yang selama ini dinilai cukup namun ternyata masih bisa diminimalisirkan lebih kecil lagi, mulai dari uang, tenaga, waktu, hingga pikiran.

Kebutuhan efisiensi tersebut ada hampir di semua bidang yang mencakup hajat hidup orang banyak, baik itu pangan, sandang, maupun papan. Tinggal bagaimana dan seperti apa bentuk efisiensi yang dibutuhkan, itu dikembalikan lagi kepada pihak-pihak pembuat kebijakan dan pengambil keputusan.

Contoh kali ini adalah dalam dunia produksi retail. Banyak sekali hal yang bisa kita efisiensikan, meliputi efisiensi jalur produksi, efisiensi gudang logistik, hingga efisiensi proses pendistribusiannya ke klien. Dari tenaga kuda/sapi untuk menarik mesin sederhana, lambat laun berubah menjadi mesin tenaga uap, lalu mesin tenaga listrik, dan belakangan lebih meningkat lagi dengan automasi mesin menggunakan komputer dan internet, yang dikenal dengan istilah Internet of Things.

Dahulu kebanyakan orang belum begitu memikirkan tentang sistem manajemen gudang karena jumlah produksi masih skala kecil, namun seiring kemajuan ekonomi dan jumlah penduduk, barang hasil produksi tadi meningkat jumlahnya menjadi ratusan ribu hingga jutaan barang. Saat menyentuh jumlah tersebut, perlu tambahan karyawan dan ruang agar bisa mengatur barang hasil produksi sesuai dengan permintaan pasar.

Hal yang menarik jika kita mengikuti perkembangan stempel (penanda barang) secara sekilas. Dari stempel dengan besi panas untuk penanda sapi layaknya tato, orang-orang menggunakannya pada papan kemasan kotak kayu. Lalu karena prosesny lebih lama, maka beralih menggunakan tinta untuk stempel dan kertas label yang dicetak.

Tiap barang ditandai satu persatu dengan stempel khusus yang diproses dengan menggunakan mesin. Karena keterbatasan kemampuan bertahan stempel, orang-orang berusaha menemukan jenis stempel baru yang mampu bertahan lebih lama dan pendeteksiannya berjalan lebih efisien. Seiring kemajuan teknologi, akhirnya ditemukanlah barcode sebagai solusi dari proses keluarnya barang dari toko penjualan.

Barcode ditemukan pertama kali oleh Norman Joseph Woodland bersama dengan Bernard Silver. Mereka mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet, namun prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Pada 20 Oktober 1949, mereka berhasil membuat prototype yang lebih baik.

Pada 7 Oktober 1952, hak paten dari hasil penelitian mereka berhasil didapatkan. Tahun 1970, barcode digunakan pertama kalinya secara komersial ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).

Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan barcode untuk retail adalah sebuah perusahaan Amerika, Monarch Marking, sedangkan penggunaan barcode di dunia industri pertama kali adalah sebuah perusahaan Inggris, Plessey Telecomunications. Lalu tahun 1972, toko Kroger di Cincinnati , Ohio, Amerika Serikat mulai menggunakannya secara luas dalam jaringan mereka. Akhirnya, sebuah komite dibentuk untuk memilih kode standar barcode yang akan digunakan pada industri di dunia.

Apakah ada teknologi penanda barang yang pendeteksiannya lebih cepat dan efisien dari penanda barcode ?

Jawabannya adalah RFID (radio frequency  identification). Sejarahnya akan kita bahas dalam tulisan berikutnya.

Beberapa aplikasi RFID dapat dilihat pada list di bawah ini :

https://blog.ravelware.co/2018/02/13/smart-gate-system-aplikasi-iot-untuk-efisiensi-gudang-penyimpanan-hasil-produksi/

https://blog.ravelware.co/2018/02/08/smart-ticketing-system-antrean-lebih-cepat-dan-terpantau-secara-realtime/

https://blog.ravelware.co/2018/01/28/smart-toll-gate-mampu-menjadi-solusi-efisiensi-di-gerbang-tol/

https://blog.ravelware.co/2018/01/10/tidak-perlu-antrean-lama-kini-sudah-ada-sistem-logistik-cerdas-untuk-industri-retail/

https://blog.ravelware.co/2018/03/15/pengelolaan-perpustakaan-menjadi-lebih-mudah-dengan-penerapan-teknologi-iot/

https://blog.ravelware.co/2018/02/19/dengan-iot-dan-rfid-tag-jumlah-barang-palsu-dalam-industri-pakaian-dapat-berkurang-secara-drastis/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s