Internet of Things dan Artificial Intelligence Untuk Efisiensi, Kenapa Tidak ?

Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) merupakan dua hal yang mencuri perhatian dunia saat ini. Keduanya sangatlah berbeda, namun dapat membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Lalu, apa korelasi IoT dengan AI? Dapatkah IoT berkolaborasi dengan AI?

Sebelum menghubungkan antara IoT dan AI, alangkah baiknya mengetahui apa itu Artificial Intelligence. AI merupakan sebuah proses sains dan teknik untuk membuat sebuah mesin cerdas. Dengan kecerdasan buatan, mesin menjadi semakin “manusia”. Mesin dapat memahami kecerdasan manusia dengan bantuan komputer. AI merupakan pengembangan dari sistem komputer agar dapat mengerjakan pekerjaan seperti layaknya manusia.

Dengan adanya AI, manusia dapat lebih mudah berkomunikasi dengan mesin. Komunikasi dua arah dapat dilakukan. Mesin dapat mengucapkan bahasa yang dipahami oleh pengguna. Pengguna juga dapat berbicara  dengan mesin. Mesin dapat mendeteksi suara dan menerjemahkan bahasa tersebut dan melakukan sesuai dengan yang diminta. Tidak terpengaruh oleh bahasa yang digunakan, emosi, ekspresi atau aksen yang dimiliki oleh pengguna, mesin dapat mengerti dan menerjemahkan semua itu.

AI memiliki kemampuan untuk menampilkan gambar dalam bentuk 3 dimensi. AI juga dapat melakukan klasifikasi terhadap informasi yang diterima. AI mengelompokkan beberapa sumber informasi ke dalam kategori. Salah satu pemanfaatan dari kemampuan tersebut adalah AI dapat berperan menjadi penganalisis dan penasehat.

AI menjadi otak dalam IoT. Kemampuan AI dibutuhkan oleh IoT untuk menjadikan perangkat mereka menjadi lebih bersahabat. Dengan mengadopsi AI, perangkat IoT akan menjadi semakin mudah digunakan. Pengguna dapat memahami perangkat dan perangkat dalam memahami pengguna. Keputusan-keputusan kecil dapat dilakukan sendiri oleh mesin.  AI yang membuat IoT dapat melakukan aksi atas informasi yang telah dikumpulkan, seperti melakukan respons terhadap perubahan lingkungan.

AI membantu IoT dalam melakukan analisis. Seperti yang telah diketahui, big data memungkinkan untuk mengolah data dalam jumlah yang sangat besar. Tentu, IoT menghasilkan data dalam jumlah banyak berkat berbagai sensor yang digunakan. Data tesebut tidak akan berarti jika tidak dianalisis. AI membantu pengolahan dan analisis data menjadi lebih akurat dan cepat. Salah satu cabang dari AI adalah pengenalan pola. Komputer dapat membandingkan data untuk mencari sebuah pola. Penerapan tersebut dapat dilakukan oleh perangkat IoT dalam melakukan pengenalan dan verifikasi terhadap pengguna seperti yang diterapkan pada sistem keamanan atau smart home.

Machine learning merupakan cabang dari AI yang paling banyak digunakan. Machine learning menganalisis  pola-pola yang telah didapatkan untuk mengetahui perilaku pengguna. Mesin dapat mengetahui kesukaan atau hal-hal yang sedang dibutuhkan oleh pengguna. Model tersebut membuka peluang yang sangat besar bagi para pebisnis. Pebisnis dapat mengetahui perilaku konsumen mereka sehingga sasaran penjualan menjadi lebih tepat guna dan dapat memberikan rekomendasi sesuai dengan minat konsumen. Pada dasarnya manusia senang dimengerti sehingga pelayanan seperti itu akan membuat manusia merasakan kepuasan tertentu.

Perpaduan IoT dan AI diterapkan pada produk vacuum cleaner Roomba. Produk yang dikeluarkan oleh iRobot ini menggunakan AI untuk mempelajari dan mengingat peta rumah. Dengan adanya koneksi dengan WiFi, pengguna hanya perlu memberikan perintah suara agar alat bekerja dan dapat memantau proses pembersihan melalui aplikasi gadget. Sensor yang dipasang pada vacuum cleaner dapat mendeteksi debu atau kotoran dan dapat mendeteksi benda-benda di sekelilingnya sehingga dapat bebas bergerak tanpa bertabrakan.

Aplikasi lainnya diterapkan pada kendaraan self-driving. Kendaraan self-driving yang dikeluarkan oleh Tesla berkembang berkat algoritma machine learning, koneksi nirkabel, pemetaan, dan sensor. Kendaraan akan mempelajari bagaimana pengendara mengemudi dan medan yang ditempuh melalui pengalaman. Kendaraan dapat mempelajari pola dan bereaksi terhadapnya. Sistem dapat mengambil alih kendaraan untuk menganggulangi keadaan yang tidak diinginkan.

Kolaborasi antara AI dan IoT menjadikan teknologi yang lebih mutakhir. AI membuat teknologi IoT menjadi lebih bersahabat dan responsif untuk lingkungan yang membutuhkan perubahan yang cepat. Kemampuan mengenali pola, mempelajari, dan mengambil keputusan oleh kolaborasi IoT dan AI akan membuat pengguna menjadi puas dan dimengerti, dan tentu saja merasa aman dan nyaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s