Smart Parking System, Solusi Hemat Waktu dan Aman saat Parkir Kendaraan

Tingginya tingkat mobilisasi masyarakat membuat alat transportasi menjadi kebutuhan hidup masyarakat. Di Indonesia sendiri jumlah kendaraan mencapai 124.348.224 unit pada tahun 2016. Jumlah tersebut terus bertambah rata-rata 6 juta unit setiap tahunnya. Mobil sendiri menyumbang 10 hingga 15 persen dari total pertambahan tersebut.

Jumlah kendaraan yang semakin meningkat setiap tahunnya dan jumlah lahan yang terbatas menimbulkan permasalahan. Mulai dari jalanan yang padat dan macet hingga sulitnya lahan parkir. Parkir menjadi salah satu masalah bagi masyarakat yang bepergian terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.

Saat ini pencarian parkir dilakukan dengan mengitari lahan dan melihat secara langsung spot mana yang kosong. Hal tersebut tentu membuang banyak waktu dan tenaga. Terlebih lagi ketika banyak orang berpergian, seperti pada hari libur atau weekend, kegiatan tersebut akan memakan waktu yang lebih banyak lagi.

Perusahaan yang bergerak di bidang connected mobil dan transportasi, INRIX, melaporkan nilai kerugian bagi pemilik mobil dalam mencari parkir. Pengemudi di Amerika rata-rata menghabiskan 17 jam setiap tahunnya hanya untuk mencari parkir. Nilai tersebut setara dengan $345 yang harus dikeluarkan setiap pengemudi akibat kerugian waktu, bahan bakar, dan emisi.

Berbagai solusi pun dibuat untuk efisiensi sistem parkir, mulai dari lahan horizontal terbuka, vertikal tertutup, hingga vertikal otomatis dengan robot. Namun, itu semua dilakukan apabila lahan parkir tersebut memang belum dibangun, atau dengan kata lain masih berupa perencanaan pembangunan. Bagaimana dengan sistem parkir yang sudah ada, namun ingin tidak mengeluarkan banyak biaya untuk pembangunan ulang dan tetap bisa efisiensi ? Untuk mengatasi hal tersebut, Internet of Things (IoT) hadir sebagai solusi.

Dengan IoT, spot-spot parkir dapat dilihat secara real-time melalui gadget. Sensor dan kamera yang terpasang di area parkir akan mengirimkan data ke pusat melalui Internet secara berkala dan real-time.Data tersebut kemudian dikirimkan kepada pengguna melalui aplikasi pada gadget masing-masing. Spot parkir dapat dilihat dan di-booking sebelum pengendara memasuki lahan parkir.

Radio Frequency Identification (RFID) digunakan juga dalam sistem IoT sebagai penanda kendaraan. Setiap mobil dilengkapi dengan tag RFID. Tag RFID tersebut memiliki kode yang berbeda-beda dan unik. Dari tag tersebut, sistem dapat mengetahui data-data kendaraan seperti nomor kendaraan dan pemilik kendaraan tersebut. Alat pembaca (reader) RFID dapat dipasang di gerbang masuk parkir atau di lokasi parkir di jalan raya. Pengendara tidak perlu berhenti untuk mengambil kartu atau tiket parkir lagi.

Pembaca RFID dapat membaca tag setiap mobil ketika mobil masih melaju. Pembaca akan mengirimkan kode tersebut ke pusat untuk mendapatkan informasi. Data seperti waktu masuk kendaraan hingga waktu keluar kendaraan juga dicatat dan dikirimkan ke pusat untuk kemudian dihitung tagihannya. Tagihan dan pembayaran juga tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui aplikasi pada gadget. Tagihan langsung dilaporkan melalui aplikasi dan pembayaran dilakukan dengan melakukan pemotongan uang elektronik.

Selain itu, RFID juga dapat digunakan untuk melacak kendaraan. Pengguna dapat melihat di mana lokasi mobil mereka diparkirkan melaui aplikasi yang terinstal ke gadget mereka. Fasilitas tersebut tentu sangat berguna bagi pengendara yang sering lupa di mana mereka memarkirkan kendaraan. Keamanan kendaraan pun meningkat karena pengguna dapat melacak keberadaan mobil mereka jika mengalami pencurian.

Penggunaan IoT dalam pengaturan parkir memberikan banyak manfaat. IoT dapat mempermudah pengguna untuk mencari parkir, menghemat waktu yang diperlukan, dan menghemat bahan bakar. Sensor dan kamera yang terhubung dengan internet memberikan pengguna “penglihatan” secara langsung dan realtime kepada pengguna bahkan sebelum mereka sampai ke tempat tujuan. RFID juga digunakan sebagai penanda mobil. Pengguna tidak perlu lagi mengambil tiket parkir karena semua data didapatkan pada tag RFID pada setiap kendaraan dan pembayaran dilakukan secara elektronik. Pengendara juga dapat melacak keberadaan mobil mereka berdasarkan tag RFID. Keunggulan tersebut menjadi sarana dalam meningkatkan keamanan kendaraan dan kenyamanan bagi pengemudi kendaraan ketika memarkirkan alat transportasinya.

Apakah di Indonesia bisa mengaplikasikan sistem ini ? Jika anak negeri kita diberikan kesempatan untuk bisa mengaplikasikan teknologinya, tentu tidak akan lama lagi sistem parkir cerdas ini akan ada di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s