Dengan IoT dan RFID Tag, Jumlah Barang Palsu Dalam Industri Pakaian Dapat Berkurang Secara Drastis

Penerapan Internet of Things (IoT) tidak terbatas hanya pada industri-industri yang berhubungan dengan mesin saja. IoT juga dapat diterapkan pada industri pakaian. Produk pakaian, seperti baju dan sepatu, dapat dideteksi keasliannya lebih dini dengan menggunakan IoT.

EVRYTHNG mengemukakan 5 hingga 7% barang yang terdapat di perdagangan dunia adalah barang palsu. Laporan yang diberikan oleh European Commission pada tahun 2013 mengatakan sebesar 11,66% dari total seluruh kategori pakaian dipalsukan.

Sementara menurut penelitian dari Vandagraf International Research, pasar global menderita kerugian sebesar $1 triliun akibat pemalsuan produk pada tahun 2013. Jumlah tersebut meningkat hingga $2,3 triliun pada tahun 2018, meningkat sebesar 15,6% setiap tahunnya. Penelitian itu juga mengatakan sebesar 10% pakaian mahal, 20% pakaian olahraga dan sepatu, dan 30% kacamata hitam telah dipalsukan.

Perkembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sangat mendukung perkembangan IoT. RFID banyak digunakan di bidang logistik dan transportasi dalam bentuk kartu maupun label. RFID dibaca oleh sebuah reader khusus untuk mengambil data dan melakukan pelacakan. Pada tahun 2017, IDTechEX melaporkan pasar RFID menghasilkan $11,2 miliar. Nilai tersebut meningkat dari tahun 2015 yang bernilai $9,95 miliar dan dari tahun 2016 yang bernilai $10,52 miliar. Nilai tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga $14,9 miliar pada tahun 2022.

Teknologi RFID juga diadopsi oleh industri retail. Teknologi tersebut dipasang pada produk-produk pakaian. Aplikasi pada bidang tersebut semakin bertambah jumlahnya. Dari laporan IDTechEx Research, diperoleh data bahwa pada tahun 2017 terdapat permintaan akan label RFID mencapai $8,7 miliar untuk industri retail.

Near Field Communication (NFC) merupakan protokol yang terdapat di dalam RFID. Protokol tersebut dibaca dalam jarak beberapa sentimeter dengan menggunakan gadget. NFC memberikan identitas yang berbeda-beda pada setiap produk menggunakan pengenal serial. Pengenal serial dapat membedakan produk yang asli dan telah dipasarkan secara resmi. Identitas tersebut tidak dapat dipindahkan atau dialihkan kepada produk lain sehingga meningkatkan keamanan.

RFID juga memungkinkan dilakukan pelacakan produk. Pelacakan tersebut digunakan untuk melihat rantai penjualan produk di pasar. Inspeksi dapat dilakukan di setiap toko, lokasi, produk, dan pemilik. RFID menyimpan semua data sehingga dapat diketahui jika terjadi kecurangan.

Distributor atau pemilik produk dapat secara mudah mengautentikasi keaslian produk. Aplikasi yang terpasang pada gadget akan membaca serial NFC yang tertera pada label atau tag RFID setiap pakaian. Koneksi dengan platform cloud pemilik brand dapat terhubung langsung dengan konsumennya. Data dikirimkan ke database pusat milik perusahaan dan proses dekripsi dilakukan untuk mengetahui produk tersebut asli atau palsu.

Teknologi IoT memungkinkan melakukan autentikasi secara realtime terhadap pakaian yang dibeli. Proses tersebut dilakukan dengan memanfaatkan RFID yang terpasang pada label atau tag pakaian. Tag tersebut dibaca oleh aplikasi pada gadget dan data dikirimkan ke platform cloud untuk dideskripsi dan dilihat apakah produk tersebut asli atau palsu. Dengan teknologi tersebut, tindakan pemalsuan dapat dilacak lebih dini sehingga mengurangi produk palsu yang beredar di pasaran. Konsumen pun mendapatkan rasa aman dan kepuasan dari produk yang telah dibelinya.

One thought on “Dengan IoT dan RFID Tag, Jumlah Barang Palsu Dalam Industri Pakaian Dapat Berkurang Secara Drastis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s