Smart Ticketing System, Antrean Lebih Cepat dan Terpantau Secara Realtime

Kehidupan manusia tidak terlepas dari tiket. Ketika akan berpergian menggunakan kereta atau pesawat, penumpang diberikan tiket tanda mereka telah memberi kursi atau tempat di kendaraan tersebut. Ketika akan menghadiri suatu pameran, konser, ataupun area rekreasi, pengunjung akan diberikan tiket tanda masuk. Ketika akan menonton film di bioskop pun pengunjung membeli tiket sebagai tanda booking tempat.

Proses pemeriksaan tiket pada umumnya masih menggunakan cara manual. Tiket dicetak kemudian petugas akan memeriksa tiket tersebut dan mencocokkan data. Proses tersebut memerlukan waktu sehingga terkadang membentuk antrian yang panjang. Selain menghamburkan kertas, pengunjung pun membuang waktu untuk mengantri. Waktu yang seharusnya dapat mereka gunakan di dalam area terbuang sia-sia hanya untuk mengantre.

Selain digunakan untuk melakukan autentikasi pakaian, Internet of Things (IoT) juga dapat digunakan untuk autentikasi manusia. Hal tersebut dapat diterapkan untuk pemeriksaan tiket ataupun individu yang akan memasuki area tertentu. Radio Frequency Identification (RFID) dapat digunakan untuk memeriksa tiket pada tempat konser, tempat rekreasi, konferensi, stasiun kereta, bandara, dan lainnya. Penjaga tiket tidak perlu lagi memeriksa tiket pengunjung secara satu per satu. Ucapkan selamat tinggal juga pada antrian yang panjang menunggu pemeriksaan tiket. Terlebih lagi lembaran-lembaran tiket tidak diperlukan lagi. Pengelola dan pengunjung (jika diberikan akses) pun dapat mengetahui secara realtime jumlah pengunjung yang datang tanpa harus menanyakan langsung kepada penjaga tiket.

RFID memiliki 3 frekuensi operasi umum, yaitu low frequency sekitar 125-134 kHz, high frequency (HF) sekitar 13.56 MHz, Ultra High Frequency sekitar 868-956 MHz, Microwave sekitar 2.45 GHz. Proses ticketing yang digunakan untuk tiket adalah RFID tag yang beroperasi pada frekuensi tinggi (HF) dimana reader dapat mendeteksi tag RFID pada rentang 2 cm hingga 1 meter.

Perusahaan Indonesia, Loket, mengeluarkan tiket berbentuk gelang dengan chip RFID di dalamnya. Loket merupakan perusahaan penyedia layanan tiket secara online. Pengunjung tidak perlu lagi membawa tiket berupa lembaran, tetapi hanya perlu mengenakan gelang tersebut. Setiap chip RFID yang terdapat pada gelang memiliki ID unik yang digunakan untuk mengidentifikasi masing-masing individu.

Pengguna hanya perlu melambaikan tangan di depan pembaca (reader) chip tersebut. Reader akan langsung membaca ID dan melakukan pengecekan ID tersebut ke database pusat dan mendapatkan informasi mengenai tiket tersebut. Nama pembeli, tipe dan jenis tiket, dan keaslian tiket dapat langsung diketahui. Jika informasi tersebut sesuai dan legal, pengunjung dapat langsung masuk ke area acara. Namun, jika palsu, pengunjung akan langsung ditolak masuk. Tiket gelang juga menurunkan tingkat beredarnya tiket palsu karena chip RFID tidak mudah untuk ditiru.

Selain digunakan untuk pengunjung, konsep yang serupa dapat digunakan untuk para staff atau panitia penyelenggara acara. Masing-masing staff memiliki chip RFID pada tanda pengenalnya. RFID Reader akan langsung mengenali staff tersebut dan menampilkan foto mereka. RFID dapat digunakan untuk membatasi individu yang dapat memasuki daerah tertentu. Hanya individu yang pada data mereka ditandai berwenang atas daerah tertentu yang dapat masuk, seperti tempat penyimpanan uang atau ruang ganti artis. RFID juga menyimpan data mengenai jam kerja para staff. Semua fasilitas tersebut digunakan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah hal yang tidak diinginkan.

Di Indonesia juga ada Ravelware Technology yang menggunakan RFID untuk sistem perhitungan keluar masuk barang ataupun staff pada industri, dengan menggunakan sinyal UHF sehingga mampu mendeteksi barang ataupun pengunjung hingga jarak 10 meter. Karena dapat bekerja mendeteksi banyak RFID dalam satu waktu, jumlah logistik dan staff yang keluar masuk suatu area di dalam industri dapat diketahui secara realtime oleh atasan tanpa perlu menelpon bagian produksi ataupun keamanan terlebih dahulu. Waktu tunggu dalam antrean lini produksi dan proses pemindahan barang hasil produksi di industri pun bisa lebih efisien.

Penerapan IoT dalam proses ticketing memberikan keuntungan bagi berbagai pihak. Tiket terintegrasi gelang menggunakan RFID di dalamnya. Pengunjung hanya perlu melambaikan tangan mereka di depan reader dan data mereka langsung didapatkan dari database pusat. Pengunjung tidak perlu lagi mengantri lama untuk memasuki suatu area dan petugas tidak perlu lagi memeriksa banyak tiket masuk. Selain digunakan untuk menghemat waktu, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk membatasi akses masuk ke area-area tertentu. Ketika ID RFID seseorang tidak sesuai dengan akses masuk pada database, sistem akan langsung memberikan peringatan dan tidak memberikan akses masuk sehingga meningkatkan keamanan.

2 thoughts on “Smart Ticketing System, Antrean Lebih Cepat dan Terpantau Secara Realtime

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s