Smart River Monitoring di Jakarta Smart City

Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang menghubungkan semua perangkat ke internet sehingga dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain. IoT dapat digunakan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar. Mulai dari temperatur, kelembaban, keadaan udara, dan pendeteksi bencana. Banjir merupakan salah satu bencana yang dapat dideteksi secara dini menggunakan IoT.

Seperti yang diketahui, salah satu permasalahan dan bencana yang dihadapi Indonesia setiap tahunnya adalah banjir. Banjir merupakan peristiwa umum yang terjadi di beberapa kota di Indonesia. Selain karena curah hujan Indonesia yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh sampah yang menyumbat aliran air.

Ketika hujan besar turun, dengan segera sungai, kali, atau gorong-gorong kota yang tidak sanggup lagi menahan aliran air meluap. Air mengenangi jalan dan rumah-rumah hingga mengakibatkan kerugian dan kehilangan harta benda. Kejadian tersebut terjadi secara mendadak tanpa adanya peringatan. Dengan bantuan IoT, sistem dapat memantau ketinggian air di sungai sehingga dapat memberikan peringatan ketika ketinggian air naik secara terus menerus.

Di Indonesia sendiri teknologi IoT menjadi salah satu aplikasi pada Jakarta Smart City. Alat yang bernama Automatic Water Level Recorder (AWLR) digunakan untuk memantau tinggi air pada permukaan sungai. AWLR akan mengukur ketinggian air dan melaporkannya ke website monitoring Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta setiap 2 menit sekali.

Saat ini, terdapat 24 buah AWLR yang terpasang di pintu-pintu air dan kali yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Jumlah tersebut sudah termasuk penambahan 5 buah AWLR pada pertengahan tahun 2017 kemarin. Penambahan dilakukan di daerah Ancol, Jembatan Merah, Kali Duri, Kali Hek, dan Pintu Air Istiqlal. Diharapkan dengan penambahan tersebut dapat memperluas pengawasan ketinggian air sungai di Jakarta.

Sebelumnya, pengukuran ketinggian permukaan air sungai dilakukan secara pencatatan manual. AWLR melakukan pengukuran menggunakan sensor. Tenaga yang digunakan oleh perangkat tersebut juga ramah lingkungan, yaitu berasal dari sinar matahari. Hasil pengukuran tersebut kemudian diolah dan dikirimkan melalui internet. Data ditampilkan di website gis.bpbd.jakarta.go.id ataupun aplikasi Android “Peringatan Dini Banjir Jakarta”.

Semua orang dapat mengetahui dan mengakses data keadaan setiap sungai di Jakarta kapan pun dan di mana pun. Dengan demikian, diharapkan data tersebut dapat memberikan peringatan dini dan masyarakat dapat waspada jika akan terjadi banjir, terutama di musim-musin penghujan dengan curah hujan yang tinggi.

Teknologi IoT dapat digunakan salah satunya sebagai pendeteksi dini terjadinya bencana. Sensor diletakkan di pintu air untuk mendeteksi ketinggian air. Data yang dikumpulkan dari sensor tersebut kemudian dikirimkan melalui internet ke database pemerintah seperti yang dilakukan di Jakarta. Lalu, ditampilkan pada website pemerintah dan aplikasi gadget sehingga dapat dilihat siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Dengan adanya pemantauan lingkungan tersebut, diharapkan bencana banjir dapat terdeteksi secara dini sehingga masyarakat dapat siap siaga menghadapi musim yang tidak menentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s