Efisiensi Lampu Jalan Raya dengan Teknologi IoT Karya Anak Negeri Sendiri, Memangnya Bisa ?

Saat ini ada sekitar 315 juta lampu jalan raya yang ada di seluruh dunia. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah hingga 359 juta pada tahun 2026. Konsumsi listrik pada lingkungan outdoor seperti jalan raya memakan energi yang cukup besar. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah sistem dan teknologi untuk melakukan pemangkasan energi dan biaya yang dikeluarkan.

Gerakan-gerakan penggantian lampu jalan raya menggunakan LED mulai banyak dilakukan. Penggunaan lampu LED memang memakan biaya yang lebih mahal pada awalnya. Namun, dalam jangka waktu panjang 2-3 tahun akan membuahkan keuntungan yang lebih besar. Diperkirakan dari tahun 2016 hingga 2026 diperkirakan investasi pada lampu jalan raya menggunakan LED mencapai $57 miliar.

Lampu LED menggunakan energi yang jauh lebih sedikit dengan waktu hidup yang lebih lama dibandingkan dengan lampu pijar. Lampu LED juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan. Dengan penggunaan rata-rata 10 jam per hari, lampu LED dapat bertahan hidup hingga 13 tahun dengan kualitas cahaya yang baik.

Efisiensi energi pada lampu jalan raya juga dapat dilakukan dengan menggunakan tenologi Internet of Things (IoT). Pihak-pihak yang memanfaatkan lampu LED mulai banyak digunakan untuk diintegrasikan dengan IoT. Menurut northeast group, llc, lampu jalan raya berbasis IoT sudah memasuki pasar-pasar seperti Amerika, Inggris, dan Cina. London bahkan dikabarkan akan menghubungkan 28.000 lampu jalan mereka ke IoT. Penerapan IoT pada lampu jalan dapat melakukan pengefisiensian dan penghematan energi.

Teknologi IoT memungkinkan mematikan atau menghidupkan lampu dari jarak jauh. Pengaturan pencahayaan secara otomatis juga dimungkinkan dengan adanya sensor yang dapat memberikan masukan cahaya dari lingkungan sekitar. Intensitas cahaya dapat ditingkatkan ataupun diredupkan pada waktu-waktu tertentu atau menanggapi kondisi cuaca pada saat itu.

Sebuah perusahaan komunikasi wireless, Sierra Wireless, mengeluarkan produk Connected Lightning. Connected Lighting menghubungkan semua lampu jalan raya dengan menggunakan komunikasi Machine to Machine (M2M) secara nirkabel. Sierra Wireless memperkirakan dengan diterapkannya Connected Lighting tersebut dapat menghemat konsumsi daya dan biaya hingga 80%. Tentu saja hal ini bisa dilakukan jika pengaturan lampu dibuat menjadi nyala dengan tingkat pencahayaan maksimal hingga 20% secara otomatis.

Connected Lighting menghubungkan sensor dengan modul nirkabel atau gateway. Data hasil pengukuran disimpan di platform cloud. Untuk menghubungkan kedua teknologi tersebut, disediakan sebuah Central Management Software (CMS) yang dapat memantau infrastruktur.

Di Indonesia sendiri, sebuah perusahaan rintisan anak negeri, Ravelware Technology telah siap melakukan efisiensi energi lampu jalan raya. Dengan pencapaian efisiensi yang telah mereka lakukan pada klien industri, mereka optimis juga mampu melakukan efisiensi untuk penerangan jalan raya.

Penggunaan peralatan tersebut akan memunculkan lampu-lampu jalan di peta kota. Pengawas dapat segera menyadari status dan keadaan setiap lampu. Lampu dapat diatur secara individu maupun berkelompok. Lampu juga dapat diatur untuk beroperasi dengan daya rendah pada waktu-waktu tertentu, seperti dini hari. Pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya penerangan pun dapat dilakukan lebih dini.

Pengintegrasian dengan IoT tidak hanya memberikan dampak pada penghematan energi. Pemanfaatan lainnya adalah meningkatkan intensitas cahaya di daerah-daerah yang rawan kejahatan, kecelakaan, ataupun memberikan tanda untuk keadaan darurat.  Selain itu, lampu jalan raya juga dapat digunakan sebagai pemantau keadaan jalan. Sensor dapat ditanamkan untuk memberi tahu apakah terdapat tempat parkir yang kosong di sekitar jalan tersebut.

Penggunaan energi pada lampu jalan yang besar membuat beberapa pihak mulai mencari alternatif lainnya untuk menghemat energi. Dengan adanya integrasi antara penggunaan lampu LED dan teknologi IoT, dapat diperoleh penghematan yang sangat signifikan dan mencegah terjadinya kecelakaan maupun kejahatan di jalan raya. Telah banyak negara yang membuktikannya, namun bagaimana dengan Indonesia ? Pilihan ada di tangan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s