Ingin Menghemat Daya Listrik di Hotel Anda, IoT Jawabannya

Perhotelan merupakan gedung komersial yang menggunakan banyak energi. Biaya yang dikeluarkan oleh pihak hotel untuk kebutuhan energi merupakan biaya terbesar kedua setelah biaya pekerja. Sebanyak 39% energi yang digunakan berasal dari gas natural dan bahan bakar lainnya dan sebanyak 61% energi berasal dari listrik.

Penggunaan energi untuk pengkondisian ruangan seperti AC, pemanas atau pendingin, dan ventilasi merupakan penggunaan energi terbanyak. Penggunaan tersebut hampir mencapai setengah dari total konsumsi energi. Penggunaan air panas menempati posisi kedua pengguna energi terbanyak, yaitu 15% dari total. Sementara penggunaan energi untuk lampu dan pencahayaan berkisar antara 12-18% hingga mencapai 40% dari total konsumsi energi. Nilai tersebut bergantung pada penggunaan dan ruangan.

Berbagai hotel telah menggencarkan program-program untuk mengurangi dan mengoptimalkan penggunaan energi. Mulai dari penerapan teknologi, penerapan perilaku hemat energi, hingga perubahan organisasi dan manajemen. Sebanyak 25% konsumsi energi bangunan komersial  terbuang sia-sia. Diharapkan dengan adanya teknologi efisiensi energi hotel dapat menghemat penggunaan energi dan biaya yang dikeluarkannya 15 hingga 20%.

Energi yang terbuang sia-sia tersebut dapat berasal dari pendingin ruangan atau lampu yang terus menyala walupun tidak terdapat orang di dalam ruangan. Energi terbuang juga dapat berasal dari pemanas yang dijalankan secara terus menerus walaupun tidak digunakan. Beberapa pihak mengganggap penggunaan energi yang banyak diperlukan untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan yang maksimum kepada tamu.

Penghematan energi pada perhotelan umumnya masih dilakukan dengan cara konvensional. Cara konventional dilakukan dengan melakukan pengaturan intensitas cahaya secara manual ataupun mengganti peralatan mereka dengan peralatan yang ramah lingkungan. Penggantian lampu pijar dengan Light Emitting Diodes (LEDs) atau Compact Fluorescent Lamps (CFLs) dapat menghemat penggunaan energi hingga 2/3 dari konsumsi energi lampu pijar dengan waktu hidup hingga 10 kali dari waktu hidup lampu pijar.

Beberapa hotel juga sudah menerapkan sistem kartu kamar untuk menghidupkan listrik di dalam kamar. Kartu tersebut digunakan sebagai kunci kamar sekaligus kunci untuk menghidupkan listrik kamar. Namun, kekurangan dari sistem tersebut adalah ketika terdapat rombongan tamu yang akan meninggalkan kamar hotel dan ada yang tetap berada dalam kamar. Tamu yang hendak meninggalkan kamar tentu tidak dapat membawa kartu karena akan menyebabkan tidak adanya listrik di kamar. Namun, mereka juga memerlukan kartu untuk menggunakan lift. Solusi konvensional adalah adanya kartu ganda, tentunya merupakan pengeluaran lagi bagi manajemen.

Solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) pada hotel. Dengan IoT, kita dapat mengetahui dan mengontrol penggunaan listik secara realtime. IoT menggunakan peralatan yang terhubung dengan internet untuk mengetahui kondisi lingkungan dan melakukan aksi sebagai respons dari kondisi lingkungan tersebut. Sensor dipasang di beberapa tempat, seperti sensor gerak ataupun timer. Salah satu teknologi yang sudah diterapkan oleh hotel adalah guestroom automation.

Guestroom automation menerapkan teknologi smart home pada kamar hotel. Hotel dan Resort Starwood menggunakan teknologi daylight harvesting untuk menghemat energi. Daylight harvesting mengintegrasikan sensor dan lampu untuk mengatur intensitas cahaya di kamar sesuai dengan intensitas sinar matahari yang masuk ke kamar tersebut. Hal tersebut juga membuat tamu menjadi nyaman berada di dalam kamar karena pencahayaan tidak terlalu terang ataupun redup.

Pengimplementasian sistem manajemen energi juga dapat melakukan penghematan energi 20 hingga 45%. Hotel The Crown Plaza Times Square menerapkan sistem manajemen energi EcoSmart yang dikeluarkan oleh Telkonet. Sistem dapat melakukan pengaturan temperatur ruangan ketika kamar tidak ditempati. Sistem diintegrasikan dengan sensor yang berada di pintu dan termostat untuk mendinginkan atau memanaskan rungan dengan segera ketika tamu memasuki atau meninggalkan kamar. Hasilnya, sistem dapat mereduksi waktu pengoperasian Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) hingga 24% yang setara dengan $112.182.

Perhotelan merupakan salah satu sektor yang mengkonsumsi banyak energi. Energi yang digunakan tersebut banyak merupakan energi yang terbuang sia-sia. Banyak program yang digalakkan untuk melakukan penghematan energi. Penerapan teknologi IoT memberikan hasil yang lebih baik dalam pengefisiensian energi dibandingkan dengan cara konvensional, yaitu 20 – 45%. Pengefisiensian energi akan berujung juga pada penghematan pengeluaran hotel serta peningkatan kenyamanan bagi tamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s