IoT: Revolusi Industri 4.0

Internet of Things (IoT) merupakan teknologi yang banyak diintegrasikan pada berbagai bidang. Teknologi yang menghubungkan semua alat ke internet sehingga dapat saling berkomunikasi tersebut sangat banyak diterapkan di industri manufaktur. Penerapan IoT pada industri manufaktur ini sering disebut sebagai revolusi industri 4.0. Proses yang lebih didominasi oleh mesin dan kemampuan analisis data yang hebat membuat revolusi 4.0 semakin dekat.

Menurut data dari International Data Corporation (IDC), biaya investasi perusahaan untuk penerapan IoT pada industri manufaktur mencapai $178 miliyar pada tahun 2016. Investasi tersebut merupakan investasi terbesar dibandingkan dengan industri lainnya dan juga merupakan 2 kali dari investasi pada industri transportasi. Hal tersebut menunjukkan penerapan IoT pada industri ini sudah sangat banyak. Banyak perusahaan yang mulai beralih menggunakan IoT dan mendukung berkembangnya revolusi industri 4.0.

Tiga pemanfaataan IoT dalam industri manufaktur yang paling dirasakan menurut laporan International Data Corporation (IDC) adalah dalam operasi manufaktur, manajemen  dan pemeliharaan aset produksi, dan pelayanan di lapangan. Dalam operasi manufaktur, IoT digunakan untuk melakukan manajeman operasi. Melakukan perencanaan dan proses manufaktur “cerdas” termasuk di dalamnya. Semua proses dalam manufaktur saling berkaitan dan sebagian besar keputusan dilakukan secara otomatis. IoT melakukan optimalisasi dan efisiensi dari setiap tugas yang dilakukan pada proses manufaktur.

Operasi manufaktur juga didukung oleh mesin dan alat yang sangat bersahabat dengan manusia. Bersahabat yang dimaksud di sini adalah interface  yang mudah dimengerti dan dioperasikan oleh manusia dan juga mengerti apa yang diminta oleh manusia. Misalkan sebuah kacamata yang digunakan oleh pekerja selama proses manufaktur. Kacamata tersebut dapat memberikan panduan langkah-langkah maupun daat yang diperlukan selama proses manufaktur. Pemanfaatan IoT pada operasi manufaktur menghabiskan sebesar 57% dari dana investasi.

Pada manajemen dan pemeliharaan aset produksi, IoT digunakan untuk memantau dan mengawasi keberjalanan pembuatan produk. IoT memantau kualitas produk, performa alat, kerusakan, dan potensi terjadinya kemacetan dalam proses manufaktur. Sensor dapat memantau penyimpanan dan proses packaging yang dilakukan. Apakah semua proses berjalan dengan benar dan apakah semua barang disimpan dengan benar dan tidak ada satu pun yang hilang.

IoT juga memantau keadaan alat. Sensor digunakan untuk memberikan prediksi jika suatu alat bekerja secara berlebih dan di luar batas kemampuannya ataupun jika terdapat bagian yang rusak. Pengecekan alat dapat dilakukan dalam jarak jauh dan tidak diperlu dilakukan secara berkala. Pemeliharaan dan perbaikan juga dapat dilakukan ketika dibutuhkan saja. Pemeliharaan preventif akan mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh down time.

Selain keuntungan di atas, teknologi IoT juga dapat meningkatkan keselamatan pekerja. Dengan adanya automatisasi, pekerjaan tidak perlu dilakukan secara langsung oleh pekerja. Pekerja juga menggunakan sensor yang dapat memantau detak jantung, pergerakan, lingkungan sekitar, gas beracun, dan berbagai faktor lainnya yang membahayakan pekerja. Semua hal tersebut dapat dipantau melalui gadget pengawas maupun pekerja itu sendiri.

Beberapa contoh perusahaan yang sudah menerapkan IoT  dalam proses manufakturnya adalah Siemens, General Electric, dan Cisco. Produksi barang elektronik Siemens di Jerman sudah 75% menggunakan automatisasi. Siemens menggunakan 1000 pengendali otomatis yang memberi tahu langkah produksi berikutnya dan kebutuhan produksi. Sementara perusahaan General Electric menggunakan 10.000 sensor untuk mengukur temperatur, kelembaban, dan keadaan mesin. Sensor juga digunakan untuk memeriksa kualitas baterai yang diproduksi.

Penerapan IoT pada industri manufaktur memberikan banyak keuntungan. Integrasi antara sensor yang memantau lingkungan sekitar secara real time dan pengolahan data menggunakan big data membuat mesin dapat melakukan tindakan selanjutnya. Pemeliharaan preventif juga dapat dilakukan untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan alat. IoT juga dapat memberikan perhitungan resiko, menjaga kualitas dan barang hasil produksi, dan meningkatkan keselamatan pekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s