IoT untuk Manajemen Energi Listrik di Rumah

Penggunaan energi menjadi salah satu pusat perhatian bagi beberapa pihak di dunia. Penggunaan energi yang besar dan kian meningkat setiap tahunnya membuat beberapa pihak cemas. Konsumsi energi listrik perumahan di Amerika mencapai 10.766 kWh pada tahun 2016 dengan rata-rata pemakaian 897 kWh setiap bulannya. Telah kita ketahui bahwa tidak semua energi dapat diperbaharui sehingga banyak pihak mulai cemas akan keberlangsungan adanya energi tersebut dan dampaknya pada lingkungan.

Smart home merupakan salah satu aplikasi dari teknologi Internet of Things (IoT). Salah satu manfaat yang ditawarkan oleh teknologi tersebut adalah kemudahan dalam melakukan manajemen energi. Pengguna dapat memantau sendiri penggunaan energi di dalam rumah dan mengurangi energi yang terbuang sia-sia.

Banyak perusahaan mengeluarkan produk manajemen energi. Smart power outline merupakan sebuah produk yang dikeluarkan oleh Belkin. Produk tersebut diberi nama Wemo Insight Smart Plug. Wemo dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan sambungan listrik perangkat yang dicolokkan padanya. Pengguna tidak perlu khawatir lagi jika lupa mencabut atau meninggalkan perangkat dari stop kontak sehingga menyedot energi lebih. Wemo juga dapat menghidupkan dan mematikan perangkat sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Pengguna hanya perlu mencolokkan Wemo pada stopkontak dan perangkat pada Wemo. Sambungkan juga Wemo dengan Wi-Fi rumah. Biarkan Wemo yang mengatur semuanya untuk Anda.

Wemo app menampilkan konsumsi energi setiap perangkat melalui smartphone atau tablet. Wemo memberikan laporan real time mengenai daya yang dikonsumsi oleh perangkat. Pengguna dapat menyadari perangkat mana yang banyak mengkonsumsi energi dan melihat jika ada sesuatu yang tidak normal. Pemantauan penggunaan energi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Power Cost merupakan produk yang dikeluarkan oleh Blue Line Innovation. Produk tersebut dapat melakukan monitoring dan manajemen penggunaan energi listrik secara real time. Sebuah  penelitian yang dilakukan oleh Alberta Innovates Technology Futures menunjukkan penggunaan energi dari rumah yang melakukan monitoring data secara real time berkurang hingga 9%.

Power Cost terdiri dari sensor optik yang dipasang pada meteran listrik. Sensor tersebut akan membaca penggunaan energi dan memberi tahu perangkat mana yang memakai energi paling besar. Hasilnya akan ditampilkan pada aplikasi dan alat display melalui Wi-Fi bridge yang dipasang di dalam rumah. Alat display menampilkan penggunaan energi yang diperbaharui setiap 32 detik. Alat tersebut juga dapat menampilkan biaya yang harus dibayarkan dan perkiraan penggunaan energi dalam sebulan. Semua data hasil pengukuran akan disimpan dan dapat dianalisis di dalam cloud.

Teknologi IoT dapat digunakan untuk melakukan monitoring dari konsumsi energi. Pengguna dapat memantau secara langsung energi yang dibutuhkan dan digunakan oleh perangkat yang berada di rumah mereka. Dengan mengetahui konsumsi energi, diharapkan pengguna menjadi semakin sadar seberapa besar sebenarnya energi yang mereka gunakan dari setiap kegiatan dan membuat keputusan yang lebih baik. Selanjutnya, diharapkan pula pemakaian energi menjadi lebih efisien dan mengurangi energi yang terbuang sia-sia. Penghematan energi dapat dimulai dari rumah dengan IoT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s