Penerapan IoT pada Industri Pertanian

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan akan pangan menjadi salah satu masalah di dunia. Kelaparan dan kekurangan gizi menjadi masalah yang terus dihadapi dunia. PBB memiliki misi untuk menciptakan dunia tanpa kelaparan. Dibutuhkan perubahan pada sistem agrikultur dan makanan untuk dapat memberi makan 795 juta orang saat ini dan tambahan 2 miliyar orang hingga tahun 2050.

Biaya yang sangat besar dibutuhkan untuk mengakhiri kelaparan. PBB memperkirakan kebutuhan biaya sebesar $267 miliyar setiap tahunnya untuk mengakhiri kelaparan pada tahun 2030. Hal tersebut tentu menjadi salah satu tantangan bagi dunia industri agrikultural. IoT hadir memberikan solusi penyelesaian masalah tersebut.

Penggunaan IoT dalam industri agrikultural memberikan dampak pada pemangkasan biaya operasi dan peningkatan kualitas pangan yang dihasilkan. Beberapa penggunaan IoT yang diterapkan di bidang agrikultural, termasuk di dalamnya pertanian dan peternakan berbagai berikut.

IoT juga dapat dikolaborasikan dengan precision agriculture. Precision agriculture merupakan konsep manajemen pertanian. Dengan bantuan satelit (GPS), robot, drone, dan pencitraan komputer, petani dapat mengamati dan mengukur suhu, kelembaban, kesuburan tanah, kandungan dan tingkat keasaman tanah. Melalui pencitraan komputer, petani dapat melihat secara real time geologi lahan pertanian mereka.

Sensor mengumpulkan semua data tersebut dan mengirimkannya ke perangkat elektronik. Petani dapat memperkirakan waktu yang tepat untuk memulai penanaman sesuai dengan kondisi lingkungan dan keadaan tanah. Petani juga dapat melihat daerah mana yang membutuhkan air, pupuk, atau perlakukan khusus. Petani juga dapat memperkirakan waktu panen. Dengan sistem manajemen tersebut biaya operasional dapat dipangkas dan pemanfaatan waktu dapat lebih efisien.

Selain memantau tanaman, IoT juga dapat diterapkan pada hewan ternak. Teknologi IoT memungkinkan peternak untuk memantau secara langsung keadaan sapi ternak mereka. Produk yang bernama Moocall memberikan akses kepada peternak untuk memantau keadaan dan perkembangan sapi. Dengan sensor yang dipasang di telinga sapi, peternak dapat mengetahui kondisi sapi, seperti kapan sapi merasa kepanasan, tingkat kesuburan, mobilitas, hingga tanda – tanda sapi hamil.

Moocall juga memiliki sensor yang dipasang pada ekor sapi. Sensor digunakan untuk memberi tahu kapan sapi akan melahirkan. Sensor mendeteksi tanda-tanda melahirkan dan mengirimkan SMS notifikasi melahirkan. SMS dikirimkan kira-kira satu jam sebelum proses melahirkan berlangsung sehingga peternak dapat bersiap dan segera mendatangi sapi yang bersangkutan. Peternak tidak perlu menghabiskan seluruh waktu hanya untuk memperhatikan satu sapi yang akan melahirkan. Pemantauan dapat dilakukan melalui aplikasi pada, smart phone, dan email. Kemampuan untuk menentukan waktu yang tepat akan sangat menghemat waktu dan peternak dapat berfokus pada pekerjaan lain.

Penerapan teknologi IoT di bidang pertanian banyak memberikan banyak manfaat. Dengan sistem yang dibuat memudahkan petani dan peternak memantau area mereka tanpa harus berada langsung di lapangan. Petani dan peternak mengetahui kebutuhan masing-masing tanaman dan hewan ternak sehingga tidak menghamburkan sumber daya. Hal tersebut dapat mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi aktivitas di lapangan, dan meningkatkan kualitas tanaman dan hewan ternak yang dihasilkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s