IoT, Lebih Banyak Manfaatnya atau Bahayanya ?

Internet of Things (IoT) mulai menarik perhatian banyak pihak hari ini. Sebuah konsep yang menghubungkan benda-benda di sekitar kita ke internet, tentu saja terdengar sangat menarik. IoT menawarkan banyak kemudahan bagi manusia. Kita dapat memonitoring semua aset kita dengan menanamkan sensor dan menghubungkannya dengan internet sehingga bisa dipantau kapan saja dan di mana saja.

IoT merambah ke berbagai bidang kehidupan manusia. Nampaknya sangat membantu bukan jika keadaan rumah kita terpantau dari layar smartphone ketika kita jauh dari rumah? Atau para petani tentunya tak perlu khawatir jika keadaan ladangnya bisa dimonitoring kapan saja seperti para perawat yang terbantu dengan sistem monitoring pasien di rumah sakit yang dibangun dengan konsep IoT ini. Semua akan lebih mudah, cepat, dan efisien. Pemanfaatan IoT untuk fasilitas umum juga sangat ramai. Smart city di Indonesia pun mulai marak. Selain itu dalam dunia industri, IoT juga mulai dikembangkan. IoT sangat menguntungkan bagi perusahaan karena dapat mengefisiensikan pemeliharaan mesin-mesin pabrik dari segi waktu dan biaya. Jelas sekali banyak manfaat yang ditawarkan oleh IoT.

Tetapi, banyak juga kekhawatiran yang ditimbulkan ketika benda-benda di sekitar kita dapat terhubung ke internet. Kekhawatiran terbesar adalah masalah keamanan. Dengan terhubung ke jaringan internet, benda-benda tersebut dapat diretas oleh orang-orang tak bertanggung jawab di luar sana. Selain itu, berbagai perangkat tersebut juga mungkin mendapat serangan virus.

Menurut seorang peneliti dari Kapersky, TV pintar (smart TV) adalah salah satu sarana paling empuk bagi hacker untuk memata-matai seseorang. Hacker  dapat mengirim serangan virus dengan nama Cryptolocker yang membuat TV menampilkan pesan tidak jelas sehingga pengguna smart TV tersebut terpaksa mengeluarkan uang untuk memperbaikinya. Begitu juga dengan peralatan elektronik lain seperti lemari es pintar dan mobil pintar. Dua hal ini menurut peneliti tadi dapat dengan mudah menjadi objek para hacker dalam beraksi. Yang lebih privat lagi adalah smartwatch, jam tangan pintar yang dapat menyimpan data kesehatan seseorang. Jika data smartwatch diretas, hacker dapat mengetahui kondisi kesehatan dan data ini bisa saja disalahgunakan.

Ancaman keamanan data bukan hanya datang dari para hacker. Bahkan perusahaan penyimpan data dapat pula melakukan penyalahgunaan. Baru-baru ini Google tertangkap menggunakan informasi yang seharusnya bersifat pribadi. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan para pengguna IoT.

Semua potensi bahaya dari segi keamanan ini harus dicegah dengan serius sebelum banyak aspek kehidupan kita betul-betul tergantung dengannya. Peningkatan sistem keamanan jaringan dan regulasi serta hukuman yang tegas bagi siapa saja yang menyalahgunakan data harus menjadi hal yang diutamakan seiring dengan berkembangnya teknologi IoT.

Bahaya lain yang berpotensi terjadi bila IoT diterapkan di semua bidang juga cukup mengancam bagi negara berkembang yang memiliki tingkat pengangguran yang tinggi. Otomatisasi dengan IoT akan berdampak buruk pada prospek pekerjaan para pekerja berpendidikan rendah.  Dengan adanya mesin-mesin otomatis yang melakukan pekerjaan, sumber daya manusia yang terpakai akan berkurang. Misalnya dalam pemanfaatan mesin penyiram tanaman otomatis yang juga memberi laporan kepada para petani. Akhirnya kita tidak membutuhkan lagi orang-orang yang menyiram dan memantau ladang secara manual. Nasib yang sama juga akan menimpa pegawai rendah di bidang lainnya yang ketrampilannya tergantikan oleh mesin. Ternyata apa yang terdengar indah bagi kalangan elit digital bisa menjadi mimpi buruk bagi pekerja yang kurang terampil.

Inilah dua sisi yang ditawarkan IoT, ada sisi positif dan sisi negatif. Jika kita memahami sisi negatifnya, tentu ini akan dapat ditekan asalkan banyak pihak yang terlibat terutama pemerintah yang seharusnya cukup serius dalam hal menciptakan regulasi yang mendukung perkembangan IoT. Selain itu, masyarakat juga harus siap menghadapi pesatnya kemajuan teknologi ke depannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s