IoT untuk Kota Cerdas Masa Kini

Kota cerdas atau istilah asingnya smart city mulai sering diperbincangkan dan dikembangkan di Indonesia. Kota Bandung dan DKI Jakarta menjadi pioneernya. Lalu, apa itu smart city? Sebuah kota dikatakan smart  (cerdas) apabila kota tersebut benar-benar dapat mengetahui keadaan kota di dalamnya, memahami permasalahan tersebut secara lebih mendalam, hingga mampu melakukan aksi terhadap permasalahan tersebut. Ada juga yang menyatakan bahwa smart city adalah daerah perkotaan yang menggunakan berbagai jenis pengumpulan data/sensor elektronik untuk memasok informasi yang digunakan untuk mengelola aset dan sumber daya secara efisien.

Jadi, singkatnya ada banyak sensor yang tersebar di sebuah kota untuk mengetahui kondisi kota tersebut sehingga permasalahan kota dapat diselesaikan dengan teknologi tersebut guna mengelola sumber daya secara efisien. Kita tentu tahu, ada banyak sekali permasalahan di suatu kota, di antaranya masalah transportasi hingga kemacetan, masalah bencana seperti banjir, longsor, dan gempa bumi, dalam bidang keamanan yang mana saat ini kriminalitas makin menjamur, masalah sampah yang menjadi problem lingkungan kita saat ini, dan dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan masyarakat.

Untuk menyelesaikan semua problem teknis di atas tentu kita butuh suatu teknologi, Internet of Things (IoT) hadir menjawabnya. IoT membuat segala macam benda terhubung ke internet sehingga kondisinya dapat terpantau dari jarak jauh. Dengan teknologi inilah kondisi suatu kota dapat kita pantau. Misalnya jika kondisi air sungai meluap, jika kita masih menggunakan sistem penyebaran informasi konvensional tentu berita ini akan lama sampai. Namun, dengan IoT ketinggian sungai dapat terukur oleh sensor yang dipasang di sungai lalu alat akan mengirimkannya ke pusat informasi atau bisa saja langsung ke publik sehingga masyarakat dapat lebih waspada.

Tagline baru bagi Jakarta, Jakarta Smart City menawarkan pelayanan kota pintar dengan berbagai pengaplikasian IoT. Berikut penerapan IoT yang dikutip dari smartcity.jakarta.go.id :

  1. CCTV Online

Ini adalah solusi untuk masalah keamanan Ibu Kota. Laman news.detik.com pada tahun 2016, setiap 12 menit 18 detik terdapat satu kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Untuk itu CCTV online diharapkan mampu meningkatkan keamanan warga Jakarta. Kamera pemantau ini telah tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Kamera ini terhubung dengan portal Jakarta Smart City dan dapat kita akses melalui website sehingga dapat memantau kondisi Ibu Kota secara real time.

  1. Pelacak Lokasi Truk Sampah

Sampah merupakan masalah yang cukup pelik di Jakarta. Kota ini menghasilkan 6500-7000 ton sampah per harinya. Untuk itu fasilitas pengelola truk sampah harus terpantau dan terkelola dengan baik guna mencegah penyalahgunaan. Oleh karenanya kini terpasang sensor Global Positioning Satelite (GPS) pada truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu rute truk sampah dapat terpantau. Selain itu, pemerintah dapat melakukan manajemen rute agar proses pengangkutan sampah lebih efisien berdasarkan data rute tracking.

  1. Pelacak Lokasi Bus Transjakarta

Bus Transjakarta kini juga telah dilengkapi GPS. Ini terlihat pada layar monitor di tiap halte Transjakarta sehingga para penumpang dapat mengetahui posisi bus secara real time. Warga Jakarta juga bisa memantau pergerakan bus Transjakarta melalui portal Jakarta Smart City.

  1. Teknologi CityTouch

Dengan teknologi CityTouch penerangan jalanan umum di Ibu Kota pun terpantau secara real time berbasis web. Tiap titik lampu jalan juga terkoneksi dengan Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta agar dapat diketahui jika terjadi gangguan atau pun kerusakan. Dengan ini kerusakan dapat tertangani dengan lebih cepat.

  1. Automatic Water Level Recorder

Banjir adalah salah  satu hal yang menjadi khas wilayah Jakarta dan sekitarnya sehingga kewaspadaan terhadap ketinggian sungai sangat penting. Hal ini supaya masyarakat dapat dengan cepat mengetahui situasi genting jika sungai akan meluap dan menggenangi pemukiman warga. Untuk itu, saat ini dipasang Automatic Water Level Recorder (AWLR) di sungai-sungai di Jakarta untuk mengukur tinggi permukaan airnya. Data tinggi permukaan air terlaporkan setiap dua menit ke website monitoring BPBD DKI Jakarta. Informasi tersebut dapat dipantau oleh Dinas terkait sehingga dapat memberikan peringatan dini apabila ketinggian air mulai meningkat sehingga masyarakat dapat bersiap jika harus segera mengungsi.

Masih banyak bidang yang dapat dioptimalkan dengan IoT untuk memudahkan manusia. Di antaranya sistem parkir untuk memudahkan warga kota yang ingin memarkirkan kendaraanya. Selain itu ada juga konsep IoT untuk irigasi di Barcelona untuk penyiraman tanaman di taman kota atau bahkan untuk urban farming seperti di Tokyo.

IoT dapat dipastikan akan terus merambah berbagai bidang, tidak terkecuali pemerintahan dan tata kelola kota. Hal ini dapat terjadi karena IoT menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Perkembangan teknologi IoT yang dimanfaatkan dengan tepat, tentu akan bermanfaat untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota pintar yang nyaman bagi warganya. Atau mungkin Anda punya imajinasi ide-ide pengembangan IoT agar kota-kota di tanah air semakin smart? Let’s share!

2 thoughts on “IoT untuk Kota Cerdas Masa Kini

  1. Saya sangat tertarik dengan konsep smart city ini, dimana setiap sendi di perkotaan terintegrasi melalui sebuah sistem yang difokuskan pada satu titik lokasi atau desentralisasi pada pihak-pihak terkait, sehingga untuk pemantauannya bisa berjalan secara optimal dan pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s