Indonesia, sudah Siapkah dengan IoT?

Internet of Things atau IoT merupakan sebuah teknologi yang sedang booming saat ini. Namun, sebenarnya istilah IoT belum memiliki definisi yang pasti. Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mendefinisikan IoT sebagai sebuah jaringan yang tertanam pada sensor yang terhubung ke internet. International Telecommunication Union (ITU) mendeskripsikan IoT sebagai jaringan yang terletak dimana – mana. Sementara itu, Organization for the Advancement of Structured Information Standards (OASIS) mendefinisikan IoT sebagai sistem di mana internet dikoneksikan ke dunia nyata melalui sensor yang terletak dimana – mana.

Secara umum, IoT dideskripsikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari alat yang dikoneksikan dengan Internet sehingga dapat saling terhubung dan berkomunikasi dan dapat diakses dari mana pun. Alat yang digunakan dapat berupa sensor, perangkat komunikasi, atau perangkat yang ditemui sehari – hari. Data dari alat tersebut kemudian diolah dan dikirimkan ke internet. Manusia dapat memberikan perintah atau mengakses data, sementara proses pengiriman data dilakukan melalui komunikasi machinetomachine.

Lalu, apa dampak teknologi IoT ini bagi kehidupan manusia? IoT membantu pekerjaan manusia. Semua hal terkoneksi dengan Internet sehingga tidak terikat dengan ruang dan waktu. Semua hal dilakukan secara otomatis sehingga manusia tidak perlu repot mengerjakan atau memanta segala hal. Pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektis serta kualitas hidup meningkat.

Namun, semua hal memiliki 2 buah sisi. Dampak negatif dari IoT sama seperti pada dampak perkembangan Internet, yaitu keamanan dan batas privasi yang menjadi kabur. Selain itu, sebagian pekerjaan manusia juga dapat tergantikan oleh mesin. IoT membantu perkembangan industri 4.0. Pada industri 4.0, hampir semua proses di pabrik dikerjakan oleh mesin. Industri tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi pihak – pihak akademisi, tetapi akan mengurangi pekerjaan orang – orang yang kurang terpelajar seperti buruh. Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak memiliki tenaga buruh.

Siapkah Indonesia menghadapi teknologi IoT? Saat ini, Indonesia berada pada tahap pengenalan terhadap IoT. Kesiapan dapat dilihat dari berbagai aspek. Aspek tersebut dapat dilihat dari kemampuan, peluang, dukungan pemerintah, dan dampak yang terjadi. Beberapa pihak bersemangat untuk terus berinovasi. Beberapa pihak tidak siap dengan dunia yang serba terhubung dengan Internet. Sebagai contoh mengenai masalah transportasi online.

Masyarakat Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi teknologi IoT agar tidak terseret dengan perubahan zaman yang cepat. Mau tidak mau masyarakat Indonesia harus beradaptasi menghadapi pergeseran zaman tersebut karena Indonesia tidak mungkin menutup diri dari arus globalisasi. Perubahan diperlukan untuk mengimbangi perubahan teknologi yang cepat.

Pertanyaannya bukanlah siap atau tidak Indonesia dengan IoT, melainkan bagaimana cara untuk menghadapi perkembangan IoT. Internet of Things akan terus berkembang di masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s