Internet of Things dan Indonesia

Apakah kamu pernah mendengar tentang Internet of Things (IoT) ?

Apa sebenarnya IoT itu dan sejak kapan dimulainya ?

Bagaimana perkembangannya sekarang dan pada masa depan ?

Lalu, apa hubungannya dengan Indonesia ?

Beberapa pertanyaan di atas adalah sebagian kecil dari pertanyaan umum yang dilontarkan oleh kita ketika pertama kali mendengar tentang istilah Internet of Things (IoT).

Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu IoT, sebetulnya tidak sulit membayangkan dan memahaminya. Saat perangkat-perangkat terhubung dengan internet sehingga bisa terpantau keadaannya dari jarak jauh, itulah IoT. Pemanfaatan IoT sangat beragam, mulai dalam bidang transportasi, pertanian, kesehatan, properti dan tentunya industri. Fungsinya sangat banyak, diantaranya yaitu, untuk mendapatkan data secara realtime dan spesifik, efisiensi energi, keamanan, dan banyak hal lainnya yang lebih memudahkan manusia berinteraksi dengan sekitarnya.

 

Sejarah Singkat IoT

Perkembangan produk teknologi sebagai cikal bakal IoT telah dimulai sekitar tahun 1833 saat ditemukannya electromagnetic telegraph. Sejak saat itu, ilmuwan berlomba-lomba menemukan solusi teknologi yang lebih canggih dan optimal untuk memberikan kemudahan dalam aktivitas manusia. Dari nama Baron Schilling, Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Weber, Nikola Tesla, Alan Turing, John Romkey, dan sederet daftar ilmuwan lainnya berada di belakang sejarah lahirnya IoT.

Namun, definisi Internet of Things pertama kali diperkenalkan oleh Kevin Ashton, cofounder dari Auto-ID Center di MIT, saat membuat presentasi untuk Procter & Gamble pada tahun 1999 walaupun belum dituliskan secara khusus frasa Internet of Things.

Pada tahun 2004, Neil Gershenfeld, Raffi Krikorian dan Danny Cohen menulis jurnal dengan judul “The Internet of Things” dalam Scientific American. Lalu, tahun 2009, sepuluh tahun kemudian setelah banyak produk terhubung dengan internet, Kevin Ashton kembali menegaskan frasa tersebut dalam tulisannya berjudul “That ‘Internet of Things’ Thing” pada RFID Journal merujuk pada presentasi tahun 1999 yang dia lakukan.

 

Potensi IoT di Indonesia

Selain memiliki populasi lebih dari 261 juta jiwa, Indonesia saat ini berada diurutan ke-4 di dunia dengan jumlah sekitar 338 juta pelanggan seluler, di bawah urutan Amerika yang memiliki jumlah pelanggan seluler sekitar 382 juta. Jumlah ini juga menyatakan bahwa banyak diantara penduduk Indonesia yang menggunakan lebih dari satu selular sebagai alat kebutuhan komunikasi dan informasi mereka. Jumlah yang luar biasa tersebut diharapkan menjadi potensi bagi Indonesia agar dapat menjadi pemain utama di Asia Tenggara dalam pertumbuhan IoT.

Dalam keterangan pers acara “Mendorong Terbentuknya Regulasi dan Standarisasi dalam Menata Ekosistem IoT” yang diadakan oleh Indonesia Technology Forum dan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, serta beberapa perwakilan dari pakar dan pengusaha teknologi, diprediksi bahwa pangsa pasar IoT di Indonesia mencapai Rp 444 triliun pada 2022, di mana akan ada lebih dari 400 juta perangkat sensor terpasang. Jika dirinci, angka tersebut berupa Rp 192,1 triliun dari konten dan aplikasi, lalu Rp 156,8 triliun dari platform, Rp56 triliun dari perangkat IoT, serta Rp 39,1 triliun  dari network dan gateway.

Bergejolaknya semangat daerah-daerah Indonesia yang ingin menjadikan kotanya lebih maju dengan menerapkan konsep smart city turut memberikan pengaruh yang luar biasa dalam upaya penyerapan dan penggunaan teknologi IoT. Telah kita ketahui, mulai dari Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Surabaya, Bali, dan beberapa kota besar sudah lebih dahulu menerapkan sejumlah platform smart city yang memudahkan penduduknya dalam lingkup seperti kepegawaian, kesehatan, pendidikan, kependudukan, pariwisata, pertanian, dan pencegahan bencana.

Bonus demografi penduduk Indonesia dan regulasi yang mendukung dari pemerintah Indonesia sendiri tentu akan menjadi faktor pendukung utama agar pertumbuhan IoT di Indonesia benar-benar bisa menjadi yang terdepan untuk wilayah Asia Tenggara.

One thought on “Internet of Things dan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s